RESUME ASIA TENGGARA DALAM KURUN NIAGA 1450-1680 Jilid 1 : Tanah di Bawah Angin; karya Anthony Reid

Review Daftar Pusataka :

  1. Pendahuluan : Tanah di Bawah Angin
  2. Kesejahteraan Fisik (jumlah penduduk, pola pertanian penggunaan tanah, kuliner, hingga wabah dan penyakit epidemik yang melanda Asia Tenggara)
  3. Kebuayaan Material (perabotan, pakaian, kerajinan emas dan perak, serta berbagai produk fisik berupa logam)
  4. Pengaturan Masyarakat (peperangan, mobilisasi buruh, hukum perkawinan, hingga peran perempuan)
  5. Pesta Keramaian dan Dunia Hiburan (Negara panggung, permainan rakyat, hingga kesusastraan lisan dan tulisan)

 

Dalam buku ini, Asia Tenggara dikaji menggunakan metode pendekatan total history atau sejarah total yang membicarakan secara keseluruhan unsur-unsur masa lampau yang membentuk peradaban di Asia Tenggara sekarang ini. Sejarah Asia Tenggara tidak dapat dilihat tanpa memperhatikan latar belakang sejarah dunia.

Asia Tenggara dilihat sebagai sebuah unit/kesatuan. Seperti kesatuan kawasan (demografi/kependudukan). Asia Tenggara merupakan wilayah yang sangat luas namun tidak memiliki jumlah penduduk yang begitu banyak. Di kerajaan-kerajaan Asia Tenggara yang ada jumlah penduduk dapat diartikan sebagai pengikut.

Selama berabad-abad pertumbuhan jumlah penduduk di Asia Tenggara sangat rendah, namun barulah diawal abad 19 jumlah penduduk meningkat drastis. Hal tersebut dapat disebabkan berkurangnya peperangan oleh kekuasaan barat, perpindahan agama dan kepercayaan, serta perbaikan gizi. Kualitas hidup masyarakat di Asia Tenggara dapat terlihat dari konsumsi dan bahan makanannya. Sebab mengapa kenaikan jumlah penduduknya sangat rendah, masalah umumnya berasal dari adat istiadat kelahiran, perlakuan perlakuan terhadap anak dan lebih khusus lagi pada masalah peperangan yang destruktif.

Peperangan yang terjadi di Asia Tenggara umumnya bukan untuk perluasan wilayah. Kerajaan yang diserang biasanya tidak mempertahankan kekuasaan wilayahnya secara sungguh-sungguh. Bagi penduduknya lebih baik lari daripada ditangkap dan dijadikan budak oleh para penakluk. Persoalan memiliki jumlah manusia akhirnya berkisar pada masalah ekonomi : untuk mengerjakan perkebunan atau persawahan, masalah utang, dan karena keterikatan politik para budak-budak diserahkan kepada penguasa lokal ataupun raja. Dalam sistem di Asi Tenggara keterkaitannya lebih bersifat pribadi atas dasar uang. Dari pada hukum, loyalitas bawahan ternyata lebih penting, dan setiap orang memiliki tuannya sendiri walaupun orang tersebut dapat mengubah loyalitasnya terhadap tuan lain. Pembelian loyalitas dilakukan menggunakan uang, dan biasanya melalui utang dan bukan karena adanya kontrak kerja tertentu.

Kemudian muncul persoalan mengenai hukum dan keadilan di Asia Tenggara, mengutip dari terjemahan Raffles(1817), Raja dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap rakyatnya, Raja dan para pejabat tinggi harus menghalangi rakyat untuk tidak menyimpang dari jalan yang benar. Namun raja dan para pejabat harus memelihara loyalitas rakyat kepada mereka dengan cara menghukum yang salah dan melindungi yang benar, tidak bersalah atau tersesat, keadilan dan hukum dilihat sebagai masalah kebijaksanaan. Apabila terjadi suatu pertikaian antara dua belah pihak, di Asia Tenggara cara untuk memutuskan apakah bersalah atau tidak umumnya sama. Orang menganggap bahwa aturan Tuhan akan menghukum si tertuduh apabila ingkar. Oleh karena itu kedua belah pihak yang bertikai harus mengucap sumpah dengan seksama.

Dari sisi hubungan antar gender, wanita di Asia Tenggara memiliki kedudukan lebih otonom dan memiliki peran ekonomis yang penting. Kedudukan yang lebih tinggi mungkin dapat dikarenakan peran wanita untuk melahirkan anak menyebabkan mereka memiliki kedudukan yang sakral.

Homo Ludens pada masyarakat Asia Tenggara proporsinya sangat besar dapat terlihat dari bagaimana masyarakat melakukan pesta-pesta dan menggunakan waktu santai. Makanan dan iklim yang mendukung menjadikkan masyarakat memiliki keuntungnan alamiah untuk bebas dari perjuangan terus-menerus untuk bertahan hidup. Bagi penduduk umumnya acara-acara keramaian mempunyai tiga manfaat penting yaitu, keikutsertaan dalam kebesaran dan hierarki negara; kegiatan ekonomi seperti pemasaran dan penyerahan upeti; serta hiburan.

Kegembiraan yang didapatkan orang-orang biasa dari acara-acara keramaian merupakan petunjuk lain dari kekuatan serta kepemurahan kosmik seorang raja besar. Banyaknya orang yang berkumpul saat acara keramaian dapat menunjukkan besarnya jumlah penduduk negeri dan menarik mereka dengan cara apapun merupakan salah satu keahlian raja.

Kurun niaga merupakan masa perubahan-perubahan besar bagi  tanah dibawah angin. Dalam bentuk kebudayaan dan pendidikan serta kepercayaan rakyat, sistem hukum bahkan dalam hal gaya pakaian serta bangunan, kota-kota niaga ini menata kembali masyarakat-masyarakat yang bertumpu kepadanya. Dalam hitungannya, kurun ini dapat dibandingkan dengan Renaisans di Eropa.

Bangsa-bangsa Asia Tenggara tetap merupakan pelaku utama dari perluasan niaga yang menjadi inti transformasi ini hingga abad ke 17. Perdagangan telah memupuk kota-kota itu dengan berbagai gagasan dari dunia luar, memperkuat kalangan elite dan negara-negara yang mengambil keuntungan dari semua itu. Akan tetapi, revolusi niaga pada pertengahan abad ke-17 secara radikal telah mengalihkan dampak dari kegiatan perniagaan di kawasan itu. Gerakan perubahan melambat dan berbalik, kota-kota bumiputera merosot mundur dari perdagangan internasional dan dikalahkan oleh monopoli dagang Belanda. Isolasi relatif yang kemudian berlaku membuat tanah dibawah angin tetap membawa hingga abad ke-19, banyak dari ciri-ciri yang terbentuk pada abad 15-16. Ketika kapitalisme mulai masuk, negeri-negei ini tidak lagi mampu bersaing atas batas-batas yang sama dengan bangsa-bangsa penjajah.

 

Satu pemikiran pada “RESUME ASIA TENGGARA DALAM KURUN NIAGA 1450-1680 Jilid 1 : Tanah di Bawah Angin; karya Anthony Reid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s